BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan program untuk meningkatkan rintisan SMK dibeberapa daerah. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa SMK tersebut masih mengalami berbagai hambatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik (guru).
Kebijakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur pendidikan menengah kejuruan, terangkum dalam renstra Direktorat Pembinaan SMK 2005-2009. Implementasi renstra tersebut mencakup berbagai program pengembangan, antara lain adalah pemberdayaan SMK serta reposisi dan revitalisasi SMK. Agar tujuan program pengembangan tujuan SMK tercapai dan merujuk pada keragaman yang menjadi ciri negara kesatuan republik Indonesi, implementasi UU No. 22 / 1999 tentang pemerintahan pusat dan daerah serta UU No. 25 / 1999 tentang propermas, maka pelaksanaan program yang direncanakan secara intensif, terencana dan sistematis memerlukan program pendampingan. Melalui program pendampingan yang menjembatani dan mengarahkan kebijakan pusat dalam hal ini direktorat pembinaan SMK diharapkan dapat terealisasi melalui adaptasi kebijakan desentralisasi atau daerah setempat.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut pada tahun 2008 Direktorat Pembinaan SMK mencanangkan berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan peralatan praktik siswa, mengingat keterbatasan jumlah tenaga pendidik khususnya untuk mata pelajaran produktif (program keahlian).
Dan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK-SMK tersebut, pada tahun anggaran 2009 ini Direktorat Pembinaan SMK telah mengalokasikan dana Program Bantuan Pendampingan SMK. Program ini akan dititikberatkan pada program pemberdayaan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Program pendampingan adalah program bimbingan teknis yang sesuai dengan tujuan pengembangan SMK agar arah pelaksanaannya sesuai dan tepat sasaran tanpa harus meninggalkan kekhasan dan karakteristik lembaga dan daerah setempat. Langkah awal pendampingan adalah bimbingan teknis pada beberapa SMK, meningkatkan kemapanan dan kemandirian SMK Baru. Hasil yang diharapkan melalui program pendampingan ini adalah peningkatan kualitas SMK Baru sesuai dengan tujuan pengembangan.
B. Tujuan
Tujuan dari Program Pendampingan SMK ini adalah untuk membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMK agar dapat berjalan dengan baik dan pelaksanaan kegiatan pendataan SMK untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang pendidikan menengah. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama program pendampingan SMK ini adalah:
1. Penyusunan perangkat persiapan pembelajaran;
2. Praktik mengajar terbimbing dan mandiri sesuai dengan program keahlian yang ada di SMK;
3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi;
4. Melakukan pemetaan dan pendataan penduduk usia 16-19 tahun baik yang mengikuti pendidikan menengah maupun yang belum
5. Mengidentifikasi penyebab dari tidak mengikuti pendidikan menengah
6. Mengidentifikasi minat lulusan SMP atau yang sederajat untuk melanjutkan ke SMK
7. Penataan sistem administrasi sekolah;
8. Pembenahan media pembelajaran
9. Pembenahan dan penataan perpustakaan
10. Penataan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
11. Pengembangan kegiatan ekstra kurikuler sekolah
12. Sosialisasi dan pencitraan SMK kepada masyarakat setempat, SMP/MTS, dan siswa SMK yang drop out (DO)
13. Melakukan dokumentasi dari setiap kegiatan (100 photo digital/SMK)
C. Manfaat
Program pendampingan SMK Baru oleh peserta program ini diharapkan memperoleh hasil dan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait. Secara rinci, hasil dan manfaat yang diharapkan dari program untuk masing-masing pihak adalah:
1. Bagi Sekolah adalah:
a. Mendapatkan bantuan tenaga pengajar dari peserta program.
b. Terwujudnya silabus KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di SMK.
c. Tersedia bahan ajar diklat produktif di SMK.
d. Tersedianya media pembelajaran unutk mata diklat produktif di SMK.
e. Tersedianya sistem administrasi pembelajaran guru di SMK.
f. Tersedianya media promosi sekolah di SMK.
g. Tertatanya lingkungan sekolah yang bersih dan indah.
h. Meningkatnya kegiatan ekstrakurikuler siswa SMK.
2. Bagi Peserta program Tenaga Pendamping adalah :
a. Mendapatkan pengalaman langsung unutk meningkatkan kompetensi keguruannya.
b. Memantabkan kesiapannya untuk bekerja menjadi guru SMK di daerah.
3. Bagi Direktorat Pembinaan SMK adalah :
a. Mendapatkan bantuan tenaga lapangan yang berjiwa pemberani bersemangat tinggi dalam peningkatan mutu SMK.
b. Menemukan model pembinaan SMK melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
4. Bagi Pemerintah Daerah adalah :
a. Mendapatkan peluang untuk menyeleksi calon guru SMK yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Mendapat bantuan tenaga pengajar dari peserta program pada SMK di daerahnya.
BAB II
PELAKSANAAN PEMBEKALAN DAN
PROGRAM KERJA
A. Pembekalan
Setiap Peserta program pendampingan SMK tahun 2010 harus mengikuti pembekalan yang telah ditetapkan. Pembekalan meliputi pembekalan umum, teknis dan materi bidang studi. Adapun jadwal pembekalan adalah:
Jadual Pembekalan di FKIP UNS Surakarta
No Hari/tanggal Jam Kegiatan Pembicara
1. Selasa
20 – 04 – 2010 12.00 – 13.00 Registrasi & makan siang Panitia
13.00 – 14.30 Menjadi guru sejati Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd
Dekan FKIP UNS
14.30 – 16.00 Kebijakan Depdiknas Tentang Program Pendampingan SMK Ir. Muh. Abdul, M.Sc
Subdit Program Dit PSMK
2. Rabu
21 – 04 – 2010 09.00 – 12.00 Registarsi &
motivasi training dan pembuatan media PBM Danar S Wijayanto, S.T., M.Eng.
Dosen PTM
13.00 – 13.30 Registrasi & makan siang Panitia
13.30 – 15.00 Kegiatan teaching & non Teaching Drs. J. Soekardjo, M.Si
Ka. UPPL FKIP UNS
15.00 – 16.00 Teknik pelaksanaan pendampingan di SMK Dr. AG. Tamrin, M.Pd, M.Si
Ketua program pendampingan SMK
3. Kamis
22 – 04 – 2010 09.00 – 12.00 Registarsi &
Pengantar teching & non teaching Drs. H. Suwachid,MPd, M.T.
Kajur PTK
12.00 – 13.00 Registrasi & makan siang Panitia
13.00 – 16.00 Penguasaan teknologi informasi Tim ICT FKIP
B. Lokasi Program Pendampingan SMK (Khusus Kabupaten Pekalongan)
Lokasi pelaksanaan program pendampingan SMK yang harus dilaksanakan oleh UNS dan daftar penempatan peserta (khusus di Kota Pekalongan) adalah:
Mahasiswa Pendampingan SMK
No NAMA TEMPAT TUGAS KETERANGAN
1.
2.
3. m amin maezun tb
SMK 1 karangdadap
SMK 1 Karangdadap Kec. Sragi, Pekalongan
Kec. Karangdadap,
pekalongan
C. Waktu Pelaksanaan Program
Program pendampingan SMK dilaksanakan selama 4 (empat) bulan terhitung mulai bulan desember 2010 sampai dengan bulan maret 2011.
D. Program Kerja Peserta Pendampingan
Sasaran dari program bantuan pendampingan SMK ini adalah SMK-SMK di Indonesia yang masih perlu untuk didampingi dalam upaya mewujudkan terlaksananya tiga pilar utama pendidikan nasional yaitu peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan akses dan penciteraan publik.
Untuk pencapaian tujuan di atas maka dalam melaksanakan kegiatannya peserta pendampingan membuat program kerja untuk mempermudah dalam pelaksanaan program pendampingan. Dalam pelaksanaan program pendampingan di SMK 1 Karangdadap, Peserta Pendampingan membuat program kerja selama 3,5 bulan. Berikut adalah program kegiatan yang di buat peserta pendampingan setiba di SMK 1 Karangdadap:
1. Melaksanakan pendampingan dan pengajaran sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh Ketua Program Teknik sepeda motor.
2. Membantu administrasi baik administrasi lab, Prodi Teknik sepeda Motor dan administrasi sekolah.
3. Observasi lingkungan sekolah, baik lingkungan fisik maupun lingkungan kerja SMK 1 Karangdadap: melihat secara menyeluruh kondisi lingkungan sekolah berupa ruang, gedung, halaman, tempat parkir dan lahan yang masih kosong, serta mengetahui bagaimana kondisi dari lingkungan sekolah, Melakukan kunjungan ke ruang guru normatif, guru produktif, BP, TU.
4. Membantu perawatan, perbaikan dan pembuatan lab Teknik Sepeda Motor.
5. Melakukan pencitraan SMK.
6. Ikut aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan sekolah.
7. Membantu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan sekolah.
8. Memberi kontribusi pada prodi lain.
9. Memperluas wawasan atau ilmu yang berhubungan dengan prodi yang di dampingi.
BAB III
KONDISI AWAL SMK 1 KARANGDADAP
A. Profil Sekolah
1. Pendahuluan
Sekolah menengah kejuruan (SMK) 1 Karangdadap kabupaten pekalongan didirikan dengan Suryo Sengkolo :
“ASWA NGAWIYAT TANPA ELAR”
2008
Suryo Sengkolo tersebut mengandung makna usaha untuk meraih ilmu yang lebih tinggi.
SMK 1 Karangdadap pada awalnya adalah Unit Sekolah Baru SMK Negeri, yang beralamat di Jl. Raya Kedungkebo Karangdadap Kab. Pekalongan. SMK 1 Karangdadap secara resmi berdiri melalui SK Tim Pendiri USB SMK 1 Karangdadap No. 321032618015, pada Tanggal 02 Mei 2008
Secara geografis beralamatkan Jl. Raya Kedungkebo Karangdadap Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan belajar mengajar diawali sejak Tahun Pelajaran 2008/2009 dengan membuka 2 Program Keahlian yakni Program Keahlian Teknik Sepeda motor sebanyak 2 rombel sejumlah 61 siswa dan Program Keahlilan Tata Busana (Butik) sebanyak 1 rombel sejumlah 21 siswa. Kemudian pada tahun 2009/2010 telah dibuka program keahlian baru yaitu teknik sepeda motor sebanyak 2 rombel dan tiap rombel berjumlah 32 siswa.
Dengan berlakunya sebutan Sekolah Menegah Kejuruan, karena kurikulum yang dilaksanakan adalah kurikulum mengenai program studi perkembangan Teknik dan menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja serta sikap profesionalisme.
Program keahlian dan program keahlian yang ada di SMK Negeri karangdadap adalah:
a. Program Keahlian : Teknik Sepeda motor
b. Program Keahlian : Tata Busana (Butik)
c. Program Keahlian : Teknik Otomotif (Sepeda Motor)
2. Visi
”terwujudnya kegiatan belajar mengajar yang bermutu, relevan, menyenangkan, dan menciptakan lulusan yang berkompeten dan berakhlaqul karimah”.
3. Misi
Misi SMK 1 Karangdadap kabupaten pekalonagn adalah:
1. Terselenggaranya tatanan belajar mengajar yang berkualiatas
2. Membekali peserta didik dengan IPTEK yang relevan dan budi pekerti, agar mampu mengembangkan diri secara mandiri, mengisi lowongan pekerjaan sesuai dengan bidang keahliannya, profesional atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
3. Terselenggaranya administrasi sekolah yang baik dan transparan
4. Terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman, aman, sejuk, dan indah
5. Menjalin hubungan yang harmonis dengan orang tua murid, DI/DI instansi terkait dan masyarakat sekitar
4. Tujuan
Tujuan SMK 1 Karangdadap:
1. Meningkatkan kompetensi guru
2. Menambah jumlah kualitas sarana dan prasarana
3. Melaksanakan program perawatan dan perbaikan sarana dan prasarana
4. Meningkatkan kualitas KBM
5. Memperoleh siswa yang unggul
6. Menggalang sumber dana
7. Meningkatkan peran serta masyarakat
8. Menciptakan lingkungan yang kondusif
5. Nilai-Nilai
Nilai-nilai yang harus dipedomani dan dijadikan acuan dalam bertindak dan berperilaku adalah:
a. Kebersamaan
Menentukan tujuan bersama, memecahkan masalah bersama, membagi dan menyelesaikan tugas bersama, mencapai hasil dan menikmatinya bersama.
b. Transparansi
Adanya keterbukaan dalam pengambilan keputusan (kebijakan), dan hu-bungan antar sesama warga sekolah.
c. Tanggung jawab
Semua warga sekolah harus melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
d. Saling percaya
Seluruh warga sekolah saling mempercayai, berfikir positif, dan tidak saling mencurigai.
e. Saling menghargai
Setiap warga sekolah harus saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing.
f. Disiplin
Setiap warga sekolah harus menegakkan disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku.
g. Kreativitas dan inovasi
Tidak pernah merasa puas atas prestasi yang dicapai, tetapi selalu mensyukurinya sebagai motivasi untuk selalu berkreasi (mengembangkan ide-ide baru) dan mengadakan pembaharuan untuk SMK 1 Karangdadap.
h. Pelayanan prima
Selalu memberikan pelayanan kepada semua stakeholder dengan sebaik-baiknya dengan menerapkan prinsip A3 (attitude, attention, and action).
6. Sasaran
1. 100% Guru berijazah S1
2. 75% guru produktif kompeten (baik formal atau aktual)
3. Ratio alat praktek 1 : 3-5
4. Ratio alat praktek ringan 1 : 1
5. Perawatan alat praktek dilakukan setiap tahun
6. Ruang kelas = 80% jumlah rombongan belajar
7. Mengupayakan penyusunan modul pembelajaran
8. Mengupayakan lulusan bersertifikat kompetensi
B. Sumber Daya Sekolah
1. DATA GURU
No Kelompok Jenjang Pendidikan Usia
D3 S1 S.2 Jml < 22 22-
50 56-
59 >60 Jml
1 Guru Produktif 12 12 12 12
2 Guru Adaptif 11 11 11 11
3 Guru Normatif 5 5 5 5
4 BP/BK 1 1 1 1
JUMLAH 29 29 29 29
2. DATA PEGAWAI/KARYAWAN
No Kelompok Jenjang Pendidikan Usia
S1 D3 SLTA SMP SD Jml < 22 22-50 50-60 >60 Jml
1 Kepala TU - - 1 - - 1 - 1 - - 1
2 Staff TU 1 2 3 - - 6 - 6 - - 6
3 Toolman - - 1 - - 1 - 1 - - 1
4 Kebersihan/Caraka & jaga malam - - 2 - 1 3 - 3 - - 3
JUMLAH 1 2 7 - 1 11 - 11 - - 11
3. DATA SISWA
No Bidang
Prog
Keahlian Data siswa Tahun Pelajaran 2009/2010
Tingkat X Tingkat XI Tingkat XII Jumlah
Jumlah Jumlah Jumlah
Kelas Siswa Kelas Siswa Kelas Siswa Kelas Siswa
1 Teknik Sepeda motor 2 60 2 61 - - 4 133
2 Busana Butik 2 59 1 21 - - 3 84
3 Teknik Sepeda Motor 2 73 2 78
Jumlah 6 192 3 82 - - 9 274
4. DATA RUANG DAN LAIN-LAIN
No Jenis Ruang Jml Luas m2 Kondisi
Baik/rusak Keterangan
1 Ruang teori/ kelas 12 587 Baik Belum mencukupi
2 Laboraturium Komputer Perlu di bangun
3 Ruang Perpustakaan Perlu di bangun
4 Ruang serba guna Perlu di bangun
5 Ruang UKS Perlu di bangun
6 Bengkel T. Sepeda motor 1 189 Baik Alat Belum Lengkap
Bengkel Busana Butik 1 189 Baik Alat Belum Lengkap
Bengkel T. Otomotif Perlu di bangun
7 Ruang Diesel Perlu di bangun
8 Ruang Gambar Perlu di bangun
9 Koperasi/ Toko Perlu di bangun
10 Ruang BP/BK 1 28 Perlu di bangun
11 Ruang Kepala Sekolah/TU 1 126 Baik Jadi satu ruang
12 Ruang Guru
13 Ruang OSIS Perlu di bangun
14 Kamar mandi/WC Guru 2 14 Baik
15 Kamar mandi/WC Murid 2 56 Baik
16 Gudang Perlu di bangun
17 Ruang Ibadah Perlu di bangun
18 Rumah Penjaga Sekolah Perlu di bangun
19 Ruang Lab Fisika/Kimia Perlu di bangun
20 Laboratorium Bahasa Perlu di bangun
21 Ruang Pameran Perlu di bangun
22 Ruang BKK Perlu di bangun
23 Ruang Prakerin Perlu di bangun
24 Ruang MS Perlu di bangun
25 Ruang Alumni Perlu di bangun
26 Ruang Unit Produksi Perlu di bangun
27 Asrama siswa Perlu di bangun
28 Jalan aspal lingkungan Belum diaspal
C. Teaching
1. Silabus dan RPP
Setiap guru telah memiliki Silabus maupun RPP tetapi Silabus dan RPP tersebut adalah murni buatan guru di SMK 1 Karangdadap dan belum di sesuaikan dengan KTSP SMK 1 Karangdadap. Hal tersebut dikarenakan memang di SMK 1 Karangdadap belum memiliki KTSP yang lengkap karena memang sedang dalam proses pengerjaan.
2. PBM
Untuk mengetahui keadaan mengajar di SMK 1 Karangdadap maka digunakan model les. Model les adalah suatu pengamatan untuk memahami kegiatan belajar mengajar (KBM) yang dilakukan oleh guru mata diklat di sekolah. Dalam hal ini adalah guru pamong sebagai pembimbing peserta pendampingan.
a. Persiapan Program Pengajaran
Sebelum melaksanakan KBM maka guru diwajibkan membuat rencana pengajaran yang berupa RPP. Guru telah memiliki RPP tetapi dalam proses belajar mengajar guru jarang melihat maupun membawa RPP yang telah ada.
b. Proses Pengajaran
Proses dimulai dengan salam pembuka, kemudian penguasaan kelas untuk penyampaian materi, membuka pertanyaan dan terakhir mengadakan evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa. Di SMK Karangdadap Setelah guru masuk kelas, guru memberi salam kemudian mengabsen siswa. Untuk jam pertama diadakan doa bersama. Kemudian guru menyampaikan materi kepada siswa sekaligus mengulang materi pertemuan sebelumnya. Menjelang akhir pertemua guru biasanya memberikan tugas untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru. Terakhir adalah salam penutup dari guru. Sebagai catatan adalah penguasaan kelas saat jam praktek perlu diperhatikan karena kadang siswa yang menunggu giliran praktek gaduh dan tidak memperhatikan teman lain yang praktek.
c. Sikap Guru di dalam Kelas
Sikap guru yang menunjang adalah wibawa, tetapi tidak keras, dan monoton, selalu mengembangkan suasana demokratis. Hal ini sangat mendukung keberhasilan guru mengelola kelas. Sikap guru di depan kelas bagus sehingga saat guru menerangkan siswa mendengarkan dengan baik.
3. Evaluasi
Evaluasi adalah alat pengukuran untuk mengetahui tingkat penguasaan materi yang telah disampaikan guru. Selain itu juga dapat digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar. Evaluasi yang baik meliputi : evaluasi afektif, kognitif dan psikomotorik. Alat yang biasa digunakan : pretest, post test, tes sumatif, tes sub sumatif. Di SMK 1 Karangdadap kebanyakan evaluasi yang digunakan adalah evaluasi kognitif dengan menggunakan alat tes berupa soal yang nanti dikumpulkan. Untuk penilaian Afektif, guru cukup mengetahui bagaimana sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral siswa. Guru mengetahui bagaimana tingkah dan prilaku siswa di dalam kelas. Hal itu ditunjang dengan hafalnya guru terhadap nama siswa yang diajarnya. Untuk evaluasi psikomotorik, saat praktek guru memperhatikan kecakapan siswa sehingga guru mengetahui siapa siswa yang bisa dan siapa siswa yang tidak bisa sehingga untuk siswa yang tidak bisa guru melakukan bimbingan yang lebih kepadanya.
4. Media
Media adalah sarana untuk membantu dalam proses belajar mengajar sehingga akan tercapai tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Media digunakan untuk menarik pehatian siswa terhadap apa yang disampaikan. Di SMK 1 Karangdadap media yang digunakan untuk Prodi Teknik sepeda motor berupa sepeda motor yang meliputi
1. Tune up
2. kopling sentrifugal.
3. kopling manual.
4. kepala silinder 2 tak.
5. suspensi 4 tak.
6. suspensi sport.
7. blok silinder 4 tak.
8. kelistrikan
9. Gas buang.
D. Non Teaching
1. Administrasi Sekolah
Untuk menunjang semua kelancaran kegiatan di SMK 1 Karangdadap diperlukan penyelenggaraan administrasi sekolah yang baik. Administrasi disini merupakan semua usaha kerjasama yang dilaksanakan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang bersifat tertib dan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan yang meliputi urusan surat-menyurat, kepegawaian, keuangan, pendataan siswa dan lain-lain. Administrasi di sekolah dilakukan oleh pegawai Tata Usaha, dimana sudah berjalan dengan baik walaupun masih banyak kekurangan dimana-mana.
2. Administrasi Prodi Teknik sepeda motor.
Prodi Teknik sepeda motor karena melakukan pengurusan terhadap laboratorium Teknik Sepeda motor yang terdiri Lab. Sepeda motor, tempat penyimpanan alat dan bahan maka diperlukan juga administrasi laboratorium sehingga proses berlajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Laboratorium yang dikelola oleh Prodi Teknik Sepeda motor sudah memiliki administrasi yang cukup baik dengan ada inventarisasi alat dan bahan praktek. Sehingga akan mudah mengecek keberadaan barang maupun mengetahui kondisi barang yang ada di laboratorium. Selain itu ada tool man untuk lab. sepeda motor sehingga pengelolaan menjadi jelas.
3. Perpustakaan
Perpustakaan SMK 1 Karangdadap hanya memiliki satu almari dan belum memiliki ruang perpustakan tersendiri, masih menyatu dengan ruang guru. Untuk kegiatan harian peminjaman dan pengambalian buku sementara hanya bisa dimanfaatkan guru dan karyawan sekolah, siswa belum bisa memanfatkan karna masih sangat terbatas buku dan administrasi dan pengelolaan perpustakaan yang sangat kurang. Bisa di katakan SMK 1 Karangdadap belum mempunyai perpustakaan.
4. Lingkungan Sekolah
a. Kebersihan
SMK 1 Karangdadap hanya memiliki 1 penjaga sekolah sehingga setiap saat kebersihan lingkungan tidak dapat selalu dijaga. Diperlukan kerja sama semua warga sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Usaha menjaga kebersihan lingkungan sekolah terus dilakukan seperti kegiatan jum’at bersih pada hari jum’at selama 45 menit.
b. Kerapian
Seragam sekolah merupakan salah satu bentuk kerapian yang terpancar dari siswa SMK 1 Karangdadap. Karena untuk menegakkan kedisiplinan juga, siswa wajib mengenakan seragam yang rapi, lengkap dan sopan. Dan apabila ada siswa yang tidak rapi maka akan dikenakan sangsi berupa pemberian poin kesalahan.
c. Ketenangan
Meskipun letak SMK 1 Karangdadap yang berada di tepi jalan tapi suara kendaraan tidak terdengar sampai ke dalam sekolah karena adanya halaman depan yang lebar.
d. Keamanan
Kondisi keamanan di SMK 1 Karangdadap sangat kurang. Hal ini dikarenakan belum adanya pagar pembatas, tempat parkir siswa maupun guru dan pengaman dilingkungan SMK 1 Karangdadap.
e. Ketertiban
Secara umum, ketertiban di SMK 1 Karangdadap sudah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh siswa-siswi yang selalu tertib mengenakan seragam sesuai harinya, untuk hari Senin sampai kamis siswa mengenakan seragam abu-abu putih, untuk hari Jum’at dan Sabtu mengenakan seragam Pramuka.
5. Ekstra Kurikuler
Kegiatan Ekstra yang sudah berjalan diantaranya :
a. Kegiatan PMR (Palang Merah Remaja).
b. Kegiatan Pramuka yang dilaksanakan setiap hari Jum’at jam 14.00
c. Ekstra bengkel otomotif
d. Kegiatan olahraga Volly, sepakbola dan Futsal.
Untuk kegiatan ekstrakulikuler antusias siswa cukup baik dan dalam pelaksanaan juga cukup baik. Tapi karena SMK 1 Karangdadap adalah unit sekolah baru maka untuk kegiatan ekstrakulikuler tersebut belum memiliki sekertariat masing-masing karena hanya ada ruang OSIS.
6. Pencitraan SMK
Dengan melihat praktik di lapangan maka rencana program yang pendampingan Pencitraan sekolah dengan membuat media promosi sekolah, Sebagai sekolah baru, sekolah ini sudah mempunyai peminat yang relatif sedikit. Hal ini terbukti dengan jumlah siswa yang mendaftar pada tahun pelajaran 2010/2011 yang tidak memenuhi harapan sebagai SMK negeri. Hanya menerima siswa/siswi sebanyak 7 kelas yang mana terdiri dari 3 kelas Otomotif, 1 kelas Tata Busana dan 2 kelas Teknik Sepeda motor. Media promosi yang digunakan SMK 1 Karangdadap hanya poster yang dipasang didepan SMK.
BAB IV
RANCANGAN DAN JADUAL KEGIATAN
A. Pelaksanaan Pendampingan
Pelaksanaan Pendampingan di SMK 1 Karangdadap dimulai tanggal 29 April 2010 dan direncanakan sampai tanggal 26 Agustus 2010. Pelaksanaan pendampingan dilakukan dengan bimbingan dan bantuan Ketua Program Teknik Sepeda motor. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan oleh peserta program pendamping adalah sebagai berikut:
1. Pendampingan dan Pengawasan Program Produktif
Pendampingan praktek las dilakukan untuk mengawasi murid yang sedang praktek agar praktek berjalan sesuai jadawal sehingga joobsheet selesai tepat waktu dikarenakan sudah pada akhir pembelajaran 2009/2010.
2. Pembuatan Bahan Ajar Program Produktif
Penyusunan bahan ajar diklat produktif dilaksanakan dengan dua cara yaitu pembuatan modul dan jobsheet yang disesuaikan dengan kebutuhan SMK. Hal ini dilakukan karena belum tersedianya modul yang dibuat oleh guru sendiri karena selama ini guru masih menggunakan modul yang diterbitkan oleh suatu percetakan yang belum sesuai dengan KTSP yang telah dibuat oleh guru sehingga bahan ajar belum sesuai dengan kondisi SMK.
Adanya modul dan jobsheet yang telah dikembangkan oleh guru dan Peserta Program Pendampingan telah memberikan banyak manfaat. Guru menjadi mengetahui tentang materi yang akan disampaikan dan siswa mengetahui apa yang harus dilakukan dengan melihat jobsheet. Dengan demikian proses belajar mengajar menjadi lancar.
3. Proses Belajar Mengajar
Peserta program pendamping melakukan pengajaran secara mandiri untuk pelajaran prokdutif dikelas (PDTM dan GTM) dan sesekali mendampingi guru Teknik Sepeda motor saat kegiatan praktek dilab. las. Kegiatan pendampingan yang dilakukan terutama pada kelas X dan kelas XI untuk pelajaran PDTM dan GTM. Peserta pendampingan membantu mengisi jam kosong guru produktif Teknik Sepeda motor dengan menjaga kelas maupun pemberian materi ajar.
4. Pemeliharaan Laboratorium Teknik Sepeda motor
Pemeliharaan lab. Sepeda motor dilakukan oleh toolman yang bekerja dan peran aktif siswa.
5. Kegiatan atau Acara yang Diadakan Sekolah
Kegiatan rutin maupun kegiatan dalam memperingati hari besar yang telah dilaksanakan selama program pendampingan dilakukan. Antara lain adalah kegiatan yang rutin dilakukan adalah upacara 2 minggu sekali dan apel guru 2 minggu sekali, kegiatan clasmeting, kegiatan pembagian raport maupun pertemuan wali murid, Penerimaan Siswa Baru, dan Masa Orientasi Siswa berjalan dengan baik
6. Penataan Lingkungan Sekolah
Proses belajar mengajar yang baik dapat terwujud dengan adanya lingkungan sekolah yang bersih dan indah. Penataan lingkungan sekolah berupa penataan ruang dan penataan lingkungan. Dalam penataan ruang peserta pendampingan membantu menseting agar ruang laboratorium dapat berfungsi dengan baik. Dalam penataan lingkungan banyak dilakukan oleh penjaga sekolah, yang bertugas untuk menjaga kebersihan lingkungan dan penataan taman sekolah. Ketertiban lingkungan sekolah dapat terpenuhi jika seluruh penduduk sekolah baik siswa, guru maupun pegawai dapat saling bekerja sama untuk mewujudkan lingkungan yang tertib dan aman. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan penertiban lingkungan sekolah dengan penataan lingkungan parkir dan operasi ketertiban siswa yang diadakan secara mendadak.
7. Pencitraan dan Media Promosi Sekolah
Salah satu usaha agar SMK tetap eksis / berkelanjutan adalah dengan adanya media promosi dan pencitraan yang tepat. SMK 1 Karangdadap telah memiliki web site sederhaana sehingga dari segi pencitraan dan promosi telah cukup baik. Peserta pendampingan membantu proses pencitraan sekolah dengan melakukan tindakan-tindakan yang baik di dalam sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. SMK 1 Karangdadap juga mempunyai hubungan yang baik dengan lingkungan sekolah antara lain adanya hubungan yang harmonis antara sekolah dan lingkungan sekitar sekolah. Berusaha untuk membuat angket untuk masyarakat dan siswa SMP untuk mengetahui minat masyarakat sekitar untuk masuk ke SMK, serta untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat tentang SMK. Selain itu angket juga ditujukan untuk siswa SMK itu sendiri untuk mengetahui apa yang akan dilakukan setelah lulus dari SMK, dan tanggapan tentang pendidikan di SMK.
B. Teaching
1. Silabus dan RPP
Saat ini SMK 1 Karangdadap telah membuat KTSP dan telah selesai sehingga sekarang kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum SMK 1 Karangdadap. Untuk silabus dan RPP semua guru telah memilikinya sehingga diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
2. PBM
a. Persiapan Program Pengajaran
Karena telah memiliki silabus dan RPP maka mempermudah guru dalam mempersiapkan pengajaran kepada siswa.
b. Proses Pengajaran
Proses pengajaran sudah berjalan dengan baik dan dalam hal praktek guru menunjuk terlebih dahulu siswa yang dianggap kurang mampu dalam penguasaan materi praktek.
c. Sikap Guru di dalam Kelas
Meskipun setiap guru memiliki cara pengajaran yang berbeda-beda sesuai dengan individu masing-masing tetapi secara garis besar dalam pengajaran guru dapat menempatkan diri di kelas sehingga para siswa memperhatikan dan menghormati gurunya.
3. Evaluasi
Evaluasi kognitif sudah berjalan dengan baik. Untuk evaluasi psikomotorik di Prodi Teknik Sepeda motor juga sudah berjalan dengan baik berupa penilaian saat praktek. Sedangkan untuk evaluasi afektif masih perlu ditingkatkan, secara garis besar guru mengetahui bagaimana tingkah dan tindakan siswa selama proses belajar mengajar tetapi masih belum dinilai dalam penilaian akhir.
4. Media
Media pembelajaran saat peserta pendampingan berada di SMK 1 Karangdadap telah bertambah dan memiliki item baru. Antara lain, berupa: 1) Penambahan jumlah komputer sebanyak 20 unit untuk pembelajaran multimedia. 2) Proyektor sebanyak 1 unit untuk proses belajar mengajar di kelas. 3) Penambahan jumlah alat praktek untuk Prodi Teknik Sepeda motor.
C. Non Teaching
1. Administrasi Prodi Teknik Sepeda motor
Administrasi telah berjalan cukup baik, semua administrasi Prodi Teknik Sepeda motor telah dimaping dan diletakan di lemari kantor Teknik Sepeda motor sehingga setiap guru bisa menjalankan, mengupdate, maupun mengembangkan administrasi di Prodi Teknik Sepeda motor. Telah dibuat inventaris barang di masing-masing laboratorium Teknik Sepeda motor, juga telah ada buku peminjaman, buku penerimaan, dan buku penggunaan untuk peralatan maupun bahan di laboratorium. Sehingga setiap barang yang ada di laboratorium dapat terkontrol dengan baik. Telah dibentuk juga koordinator untuk masing-masing laboratorium sehingga setiap laboratorium memiliki koordinator yang bertanggung jawab kepada kepala koordinator. Alat administrasi laboratorium telah ada dan cukup untuk pengelolaan yang lebih baik, sekarang semua tergantung pada pelaksanaan di lapangan baik koordinator, guru maupun siswa. Diharapkan semua dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik sehingga akan tercipta laboratorium yang tertib.
2. Lingkungan Sekolah
Karena masih merupakan sekolah baru maka bangunan yang dimiliki masih tergolong baru sehingga masih sangat layak untuk kegiatan belajar mengajar, meskipun jumlahnya masih kurang mencukupi. Untuk lingkungan sekolah telah ada penambahan jumlah tanaman keras dalam jumlah yang cukup banyak sehingga diharapkan beberapa tahun kemudian SMK 1 Karangdadap akan terlihat lebih hijau karena memang masih ada lahan kosong yang diperuntukan untuk penghijauan.
3. Ekstra Kurikuler
Pada umumnya kegiatan ekstrakulikuler telah berjalan dengan baik meskipun masih perlu adanya ruang-ruang khusus yang diperuntukan untuk kegiatan ekstrakulikuler baik berupa ruang sekertariat maupun ruang kegiatan.
4. Pencitraan SMK
Pencitraan oleh SMK 1 Karangdadap masih dilakukan lewat website sederhana sampai sekarang.
BAB V
PERMASALAHAN DAN PENANGGULANGANNYA
A. Permasalahan
Masalah atau permasalahan bagi sekolahan baru sangatlah komplek, tapi saya yakin dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit akan terselesaikan dengan baik. Butuh perjuangan dan kerja keras bagi segenap komite sekolah untuk meningkatkan kualitas dan kuntitas SMK baru. Permasalahan yang terjadi di SMK 1 Karangdadap selama program pendampingan berjalan antara lain :
1. Tingkat kedisplinan siswa perlu diperhatikan lebih. Tidak adanya pagar sekolahan membuat siswa kurang tertib keluar masuk sekolahan. Keterbatasan guru BK karena jumlah dan rasio siswa yang tinggi juga membuat ketidak aturan siswa.
2. Modul dan media pembelajaran untuk mapel produktif belum banyak pengembangan, sebagian memanfaatkan buku-buku dari perpustakaan SMK lain disekitar kabupaten pekalongan untuk menambah referensi mengajar.
3. Input siswa kurang memadai dan daya minat belajar masyarakat sekitar SMK sangat rendah. Banyak siswa yang keluar tanpa alasan yang jelas.
4. Karna ini adalan SMK baru, tentunya masih banyak permasalahan yang dialami. Seperti : sarana dan prasarana pembelajara di sekolah sangat terbatas. Penambahan guru produktif, gedung, bengkel dan peralatan praktek, bahan atau material praktek sangat dibutuhkan.
B. Penanggulangan
Butuh kerjasama semua pihak untuk menyelesaiakan berbagai masalah diatas. Perlu kesabaran dan keuletan dari semua pihak yang berada diSMK untuk memberdayakan dan mengoptimalkan sumber daya yang sudah ada. Penambahan gedung, sarana dan prasarana praktek untuk semua prodi, perpustakaan, modul pembelajaran dan akses internet gratis untuk semua warga sekolah, dengan itu semua diharapkan kualitas sekolah akan semakin tinggi sehingga kuantitas ikut tinggi dan SMK berkembang cepat.
BAB VI
PENUTUP
Laporan akhir ini merupakan bentuk pertanggungjawaban peserta pendampingan SMK kepada Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan UNS, SMK 1 Karangdadap dan juga Dinas Pendidikan. Semoga program pendampingan ini dapat membantu pihak sekolah dan memberi manfaat.
Program Pendampingan SMK di SMK 1 Karangdadap ini kami harapkan akan menjadi pelajaran dan pengalaman yang berharga yang akan menjadi bekal bagi kami selaku calon guru. Selama Program Pendampingan SMK kami mempunyai kesan dan pesan serta saran yang ingin kami sampaikan, yaitu:
A. Kesan dan Pesan
Setelah melaksanakan pendampingan di SMK 1 Karangdadap selama beberapa bulan, penulis memperoleh kesan, diantaranya sebagai berikut:
1. Sarana dan Prasarana yang dimiliki SMK 1 Karangdadap masih belum lengkap, misalnya alat-alat perlengkapan industri, ruang kelas, laboratorium. Hal ini dikarenakan SMK 1 Karangdadap tergolong sekolah baru.
2. SMK 1 Karangdadap memiliki susunan organisasi yang teratur dan berjalan sesuai dengan fungsi serta tugasnya masing-masing, sehingga semua bisa berjalan lancar dan terarah.
3. Keharmonisan dan kekeluargaan yang terjalin diantara para anggota keluarga besar SMK 1 Karangdadap. Rasa kekeluargaan yang erat tampak pada keseharian mereka, hal inilah yang membuat komunikasi dapat berjalan dengan baik. Hubungan antara guru dan murid juga berjalan sangat baik.
B. Saran
SMK 1 Karangdadap memiliki sarana dan prasarana yang masih kurang guna mendukung kegiatan belajar mengajar. Meskipun seperti itu, SDM dari Guru dan karyawan tidak kalah dengan Sekolah lain. Dengan segala kerendahan hati penulis ingin menyumbangkan saran untuk kemajuan SMK 1 Karangdadap. Adapun saran tersebut adalah:
1. Perlu adanya peningkatan kedisiplinan para siswa SMK 1 Karangdadap. Selain itu juga perlu ditingkatkan kegiatan yang dapat mendukung prestasi akademik maupun non akademik.
2. Meningkatkan skill atau ketrampilan guru agar dapat memanfaatkan sarana prasarana yang ada dengan optimal.
3. Perlu adanya penambahan gedung untuk kelas dan praktik. Sangat disayangkan sekali ruang lab.praktik di gunakan untuk kelas.
4. Perlu perawatan peralatan dan perlengkapan praktek las secara berkala.
Demikianlah kesan dan saran dari penulis yang mungkin berguna bagi kemajuan SMK 1 Karangdadap. Penulis berharap semoga dengan adanya segala potensi, fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki, SMK 1 Karangdadap dapat meningkatkan prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik. Dan semoga dapat terwujud tujuan pendidikan yang telah menjadi target dan sasaran dari SMK 1 Karangdadap.
Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Program Pendampingan SMK tahun ini. Tanpa dukungan semua pihak, Program Pendampingan SMK ini tidak akan berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Selanjutnya penulis juga mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan Program Pendampingan SMK ini, banyak hal yang kurang berkenan, kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional, 2009, “Panduan Program Bantuan Pendampingan SMK Tahun 2009”, Surakarta: FKIP UNS.
Unit Program Pengalaman Lapangan, 2006, “Buku Pedoman Program Pengalaman Lapangan (PPL) FKIP-UNS”, Surakarta: UPPL FKIP UNS.
LAMPIRAN
FOTO – FOTO KEGIATAN SELAMA PENDAMPINGAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar